Postingan

Kumpulan Berkas Dokumentasi Dan Informasi Data Dosen Azrani Ery Saputra - Tahun 2009 s/d 2018

Gambar
  (1). STATUS RIWAYAT MENGAJAR AZRANI ERY SAPUTRA SEBAGAI DOSEN DI PDPT DIKTI UPDATE DATA 03-NOVEMBER-2018  (klik langsung link dibawah ini) https://azranierysaputra.blogspot.com/p/status-riwayat-mengajar-azrani-ery_12.html (2). PROFILE KU STATUS DOSEN BEKERJA DAN MENGAJAR DI UNIVERSITAS TEUKU UMAR ACEH BARAT (klik langsung link dibawah ini) https://azranierysaputra.blogspot.com/p/profile-ku-status-dosen-bekerja-dan_76.html (3). PROFILE KU STATUS DOSEN BEKERJA DAN MENGAJAR DI UNIVERSITAS KARIMUN (klik langsung link dibawah ini) https://azranierysaputra.blogspot.com/p/profile-ku-status-dosen-bekerja-dan_11.html (4). DATA DOSEN AZRANI ERY SAPUTRA DI WEBSITE PROFILDOSEN.COM (klik langsung link dibawah ini) https://azranierysaputra.blogspot.com/p/data-dosen-azrani-ery-saputra-di.html

STRATEGI PLN UNTUK MENUJU GOOD CORPORATE & GOVERNANCE

Gambar
Oleh: AZRANI ERY SAPUTRA Diikutsertakan dalam  Kontes BlogDetik yang bekerja sama dengan PLN - Oktober 2012 PENDAHULUAN Enam Puluh Tujuh tahun sudah Perusahaan Listrik Negara (PLN) kita beranjak usia, jika ditimbang dari sisi kehidupan seorang manusia, usia itu sudah terkategori telah lanjut usia, maka diusia 67 tahun, idealnya PLN sudah sangat mumpuni dan berpengalaman dibidang perlistrikan. PLN harus belajar dari itu semua pengalaman kebelakang, banyak faktor yang nantinya akan mempengaruhi kedewasaan PLN dalam menjalankan perannya dimasyarakat seperti halnya, transparansi akan aktifitas operasionalnya, kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, perhatian akan hak masyarakat sebagai konsumen serta keselamatan pelanggan sebagai konsekwensi timbal balik dari dampak operasional PLN dimasyarakat, merupakan faktor-faktor yang perlu menjadi perhatian serius dari PLN untuk menuju good corporate governance di institusi PLN negari ini. Tulisan ini sebenarnya tidak bermaksud ingin meng...

Konsep ”Demokrasi Kesehatan" dalam Upaya Peningkatan Pelayanan Kesehatan Berbasis Empati

Gambar
(Upaya Mengedepankan Demokrasi Kesehatan Guna Meningkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan di Indonesia) Oleh: AZRANI ERY SAPUTRA,S.Pi (1). “RSUD VS PUSKESMAS“ Sekelumit Kisah Pembuka Minda. Sekilas sub judul tulisan diatas terkesan profokatif, tapi saya tidak bermaksud begitu, karena yang saya maksudkan dalam judul tulisan ini ialah perbedaan realita, dimana tugas, pokok dan fungsi (tupoksi) pelayanannya yang berbeda dilapangan. Ternyata besar kecil gedung serta jumlah para awak karyawan yang ada di kedua tempat pelayanan kesehatan masyarakat itu,memiliki perbedaan prinsip dalam melakukan pelayanan. Dari pengalaman saya hal ini nyata tergambar, di puskesmas kampung saya (yang nota bene jumlah personel yang sedikit dan ruangannya yang kecil dibanding RSUD), masyarakat miskin lebih mudah “di terima” apa adanya ketimbang di rumah sakit umum daerah yang berbanding terbalik. Sekelumit kisah berikut akan saya paparkan untuk membuka minda (hati) kita guna menimbang dan mencari strategi ...

Ini yang Terjadi Ketika si - Mujahid Bermain

Gambar
Video ini yang Terjadi Ketika si Mujahid - Bermain Mujahid ku bermain pada usia 1 tahun

KENAIKAN HARGA BERAS DAN KESEJAHTERAAN PETANI KITA

Gambar
Oleh Ir. Said Mahjali, MM (*) Harga beras dihampir seluruh pasar di Aceh naik mencapai 30 persen dalam  2 bulan terakhir.  Hal ini disebabkan karena menurunnya produksi beras di Aceh akibat  serangan hama penyakit tanaman dan musibah banjir di beberapa sentra produksi beras seperti  Aceh Utara, Pidie, Aceh Timur dan juga pantai Barat Aceh pada musim tanam yang lalu.  Disamping itu, juga akibat banyaknya Gabah produksi Aceh yang dibawa keluar Aceh yaitu Sumatera Utara  (Serambi Indonesia: kamis,27/1/2011).. Kenaikan harga beras tersebut memang sangat dirasakan oleh masyarakat terutama kalangan menengah kebawah.  Betapa tidak, misalnya di pasar Meulaboh, beras yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat menengah seperti beras merek Mawar Dua produksi Pabrik Yusima di Kabupaten Pidie yang biasanya dapat dibeli dengan harga Rp.105.000/zak isi 15 kg (Rp.7000/kg) sekarang  naik menjadi Rp.135.000/zak (Rp.9000/kg) dengan kenaikan 28,5 %.  Demikian juga be...

Mencari Solusi Problematika Remaja Masa Kini

Gambar
Oleh : AZRANI ERY SAPUTRA 1. Pendahuluan Problem-problem yang muncul dizaman sekarang memang sudah sangat kompleks, salah satu dari sekian banyak permasalahan itu adalah bobroknya nilai moral para remaja yang ini dikenal pula sebagai “Kenakalan Remaja” (Juvenil Deliquence)1, dimana umumnya para remaja cenderung melakukan  hal-hal yang melanggar norma-norma agama (Islam). Seperti halnya minum-minuman keras, mencuri, memeperkosa, pemakaian obat-obat bius dan lain sebagainya. Disamping itu para remaja muslim khususnya cenderung tidak mentaati ajaran-ajaran agama Islam dengan baik, mulai dari kewajiban yang fardhu apalagi sunnat, bahkan perbuatan kemaksiatan sudah menjadi semacam seremonial. Seperti halnya meninggalakan solat, meninggalakan puasa, tidak pernah membaca Qur’an, dan untuk melakukan ibadah-ibadah lain dimana hal itu terasa sudah jauh panggang dari api. Dalam usaha mengatasi masalah tersebut, maka perlu kiranya peran para ulama  dan kaum cendekiawan dalam menanggulangi...

Peran Sektor Perikanan Dan Kelautan Di Aceh

Gambar
OPTIMALISASI PERAN SEKTOR PERIKANAN DAN KELAUTAN SEBAGAI UJUNG TOMBAK PEMBANGUNAN EKONOMI DI NEGERI SERAMBI MEKAH Oleh : AZRANI ERY SAPUTRA,S.Pi Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar didunia, terdiri dari pulau- pulau besar yang diapit oleh dua benua yakni Asia dan Australia dengan jumlah kurang lebih 17.000 pulau (Gayo, 1997), dan garis pantai sepanjang 81.000 km sedangkan luas wilayah perairan sejak berlakunya Konvensi Hukum Laut Internasional (1996) adalah 5,8 juta km persegi (Sallatang dalam Feliatra, 1998). Kondisi ini merupakan gambaran bahwa negeri ini memiliki asset sumber daya laut yang berpotensi untuk mensejahterakan rakyatnya. Tercatat 6,6 juta ton tercatat potensi lestari perikanan negara kita. Sedangkan yang dieksploitasi baru mencapai 2,6 juta ton (Dahril dalam Feliatra; 1998), Sehingga, terdapatlah tidak kurang dari 4 juta ton yang belum termanfaatkan. Dari sekelumit gambaran tersebut, maka pertanyaan mendasar adalah, mengapa sumber daya kelautan dan ...